Close

Korban Pemerasan Modus Kaki Terlindas di Bekasi Trauma: Syok Semua, Anak Saya Nangis

2026-04-24 HaiPress

BEKASI, iDoPress –Dian Novita Ramadhani (28), pengendara mobil yang menjadi korban dugaan pemerasan dengan modus kaki terlindas oleh seorang priadi sekitar Flyover Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, mengaku trauma dengan kejadian yang menimpanya.

Ia mengatakan, anak-anaknya yang berada di dalam mobil juga mengalami trauma usai pelakubertindak agresif dengan merusak kaca spion dan menendang mobilnya hingga mengalami penyok.

“Kami jadi trauma dan takut kalau lewat situ. Anak-anak saya nangis, pada syok semua. Takutnya pelaku bawa senjata tajam,” ujar Dian saat dikonfirmasi iDoPress melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).

Dian menduga pelaku sengaja mengaku-ngaku kakinya terlindas mobilnya untuk memancing rasa panik dan meminta ganti rugi.

Namun, kecurigaan muncul ketika pelaku malah menolak untuk diajak ke rumah sakit.

“Pas disuruh ke rumah sakit dia enggak mau. Maunya langsung minta uang saja,” kata Dian.

Kecurigaan semakin kuat saat pelaku juga tidak bersedia menunjukkan bagian tubuh yang diklaim terluka.

“Dia enggak mau kasih tahu bagian yang kelindas. Tapi dia bisa nendang mobil dengan kencang sampai penyok,” ujarnya.

Menurut Dian, saat kejadian mobil yang dikendarai suaminya dalam kondisi berhenti karena lalu lintas yang padat.

Mendapat tudingan tersebut, keluarga Dian sempat panik dan mengira insiden kecelakaan benar-benar terjadi.

Suaminya bahkan sempat berusaha menenangkan situasi dengan meminta maaf dan mengajak pelaku berbicara baik-baik. Namun, pelaku justru semakin agresif.

Dian menceritakan, situasi semakin mencekam saat beberapa orang lain mendekat ke lokasi. Ia mengaku tidak mengetahui apakah orang-orang tersebut bagian dari pelaku atau hanya warga sekitar.

Dalam kondisi tertekan, keluarga Dian kemudian diarahkan untuk menepi oleh seseorang di lokasi agar persoalan diselesaikan di pinggir jalan. Setelah menepi, pelaku langsung meminta uang ganti rugi sebesar Rp 1 juta.

"Suami saya menolak karena merasa tidak bersalah dan enggak mau kasih segitu. Jadi akhirnya hanya kasih Rp 500.000,” ucapnya.

Setelah menerima uang, Dian menyebut pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi sambil menelepon seseorang.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Informasi Gaya Hidup Riau      Hubungi kami   SiteMap